Showing posts with label KULIAH KU. Show all posts
Showing posts with label KULIAH KU. Show all posts

17 Sept 2012

LAYER PRESENTATION

Presentation Layer merupakan layer keenam pada model referensi OSI layer. Presentation layer berhubungan dengan syntax data yang dipertukarkan diantara aplikasi, dengan tujuan untuk mengatasi perbedaan format penyajian data.
Layer presentation dari model OSI melakukan hanya suatu fungsi tunggal: translasi dari berbagai tipe pada syntax sistem. Sebagai contoh, suatu koneksi antara PC dan mainframe membutuhkan konversi dari EBCDIC character-encoding format ke ASCII dan banyak faktor yang perlu dipertimbangkan. Kompresi data (dan enkripsi yang mungkin) ditangani oleh layer ini.

[0310-lapisan-presentasi.jpg]

1. Fungsi Presentation Layer :
· Mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan
· Bertanggung jawab bagaimana data dikonversi dan diformat untuk transfer data. Contoh konversi format text ASCII untuk dokumen, .gif dan .jpg untuk gambar. Layer ini membentuk kode konversi, translasi data, enkripsi dan konversi.
· Membantu untuk melakukan enkripsi data dan kompresi data.
· Mendukung file transfer
· Kemampuan untuk melakukan pencetakan (print) pada jaringan
· Surat elektronik (email)
· Pengiriman pesan elektronik (electronic messaging)
· Melakukan browsing pada World Wide Web
2. Karakteristik Presentation Layer :
· Menyajikan data
· Layanan penterjemah
· Menangani pemrosesan seperti enkripsi, tipe data, format data, struktur data
· Dalam urutan bit nomer biner adalah ditransfer satu bit perwaktu.
· Dalam urutan byte perbedaan selama transfer data antara PC dan Macintosh bisa direkonsiliasi.
· Karakter kode translasi meliputi karakter ASCII digunakan untuk mewakili karakter English
3. Protokol dalam presentation layer
Protocol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layanan Workstation (dalam Windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual Network Computing (VNC) atau Remote Desktop Protocol (RDP). Virtual Terminal Protokol (VTP) merupakan contoh dari protokol pada Presentation layer.
4. Contoh
Satu contoh layanan pressentation adalah encoding data. Kebanyakan pengguna tidak memindahkan string bit biner yang random. Para pengguna saling bertukar data sperti nama orang, tanggal, jumlah uang, dan tagihan. Item-item tersebut dinyatakan dalam bentuk string karakter, bilangan interger, bilangan floating point, struktur data yang dibentuk dari beberapa item yang lebih sederhana. Terdapat perbedaan antara satu komputer dengan komputer lainnya dalam memberi kode untuk menyatakan string karakter (misalnya, ASCII dan Unicode), integer (misalnya komplemen satu dan komplemen dua), dan sebagainya. Untuk memungkinkan dua buah komputer yang memiliki presentation yang berbeda untuk dapat berkomunikasi, struktur data yang akan dipertukarkan dapat dinyatakan dengan cara abstrak, sesuai dengan encoding standard yang akan digunakan “pada saluran”. Presentation layer mengatur data-struktur abstrak ini dan mengkonversi dari representation yang digunakan pada sebuah komputer menjadi representation standard jaringan, dan sebaliknya.

14 Sept 2012

Physical Layer, Standar yang Digunakan Dalam Jaringan Komputer

Physical Layer, Standar yang Digunakan Dalam Jaringan Komputer


Standar
Standar adalah suatu hal yang penting dalam penciptaan dan pemeliharaansebuah kompetisi pasar daripada manufaktur perangkat komunikasi danmenjadi jaminan interoperability data dalam proses komunikasi. Standarkomunikasi data dapat dikategorikan dalam 2 kategori yakni kategori defacto (konvensi) dan de jure (secara hukum atau regulasi).

Organisasi Standar
Di bawah ini adalah beberapa organisasi yang concern denganperkembangan standar teknologi telekomunikasi dan data internasionalmaupun dari Amerika
International Standards Organization (ISO). InternationalTelecommunications Union-Telecommunication Standards Section(ITU-T).
American National Standards Institute (ANSI).
Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE).
Electronic Industries Association (EIA).Selain itu terdapat pula organisasi yang bersifat forum ilmiah sepertiFrame Relay Forum dan ATM Forum.Kemudian ada pula organisasi yang berfungsi sebagai agen regulasi,misalnya Federal Communications Commision (FCC).

Standar Internet
Standar internet adalah sebuah proses jalan panjang yang teruji danterspesifikasi sehingga menjadi berguna bagi siapa yang bekerja denganinternet. Tentu saja spesifikasi ini dimulai dengan sebuah draft.Kemudian draft internet ini menjadi dokumen acuan kerja yang memilikiumur 6 bulan. Setelah itu akan mendapatkan rekomendasi dari otoritasInternet dan dipublikasikan sebagai Request for Comment (RFC).


Model OSI dan TCP/IP
Model lapisan/layer yang mendominasi literatur komunikasi data dan jaringansebelum 1990 adalah Model Open System Interconnection (OSI). Setiap orangyakin bahwa model OSI akan menjadi standar terakhir untuk komunikasi data,namun nampaknya hal itu tidak pernah terjadi. Justru protokol TCP/IP yang telahmenjadi arsitektur model lapisan dari protokol internet yang sangat dominanbahkan terus menerus diuji, dikembangkan dan diperluas standarnya.

Model OSI
Adalah sebuah badan multinasional yang didirikan tahun 1947 yang bernama International Standards Organization (ISO) sebagai badan yangmelahirkan standar-standar internasional. ISO ini mengeluarkan jugastandar jaringan komunikasi yang mencakup segala aspek yaitu model OSI.OSI adalah open system yang merupakan himpunan protokol yangmemungkinkan terhubungnya 2 sistem yang berbeda yang berasal dari underlying architecture yang berbeda pula. Jadi tujuan OSI ini adalah untuk memfasilitasi bagaimana suatu komunikasi dapat terjalin dari sistem yangbebeda tanpa memerlukan perubahan yang signifikan pada hardware dan software di tingkat underlying.

para disainer hardware dan jaringan dapat lebih pahamdan flexibel dalam membuat suatu system, sehingga fungsi setiap mesindapat ber-interoperasi (interoperbility) satu sama lain. Setiap mesin/ komputer hanya dapat memanfaatkan service lapisan yang terdapat tepat dilapisan bawahnya. Contoh: Lapisan 3 menggunakan service yang disediakanoleh lapisan 2 dan menyediakan service untuk lapisan 4 dan seterusnya.

Ø Proses peer-to-peer
Bila dua mesin/komputer berinteraksi melakukan proses harus mematuhiaturan dan konvensi yang disebut protokol. Proses yang terjadi padasetiap mesin pada lapisan tertentu disebut peer-to-peer processes (prosespeer-to-peer). Jadi bila 2 mesin akan berkomunikasi pada lapisan tertentumenggunakan protokol yang sama. Dilihat pada Gambar 4.2, messageatau pesan yang dikirim oleh device A menuju device B harus melaluilapisan-lapisan yang paling atas menuju lapisan bawah berikutnyasampai lapisan terbawah kemudian kembali menuju lapisan yang lebihtinggi dan seterusnya melewati lapisan tepat diatasnya. Pesan-pesan yangdikirim adalah berupa informasi yang dibentuk dalam paket-paket dimana pada layer tepat di bawahnya informasi tersebut “dibungkus”. Jadipada sisi penerima informasi yang sampai berupa paket-paket yang telah“dibuka” bungkusannya dan dikonstruksi kembali.

Ø Antarmuka antara lapisan terdekat
Pada saat pengiriman dan penerimaan pesan, lapisan memerlukanantarmuka dengan lapisan atas dan bawahnya yang berdekatan.Sepanjang sebuah lapisan menyediakan layanan yang dimaksud padalayer tepat di atas atau di bawahnya, dapat diimplementasikan fungsiyang termodifikasi atau diganti tanpa memerlukan perubahan di seluruhlapisan.

Ø Pengorganisasian lapisan
Tujuh lapisan yang telah dijelaskan dapat dibagi menjadi 3 sub-kelompok (subgroups). Lapisan 1, 2 dan 3 adalah network support layer (lapisan-lapisan pendukung jaringan). Lapisan 5, 6 dan 7 merupakan user supportlayer (lapisan-lapisan pendukung pengguna). Lapisan 4 adalah transportlayer, yang maksudnya adalah lapisan yang menghubungkan 2 subgroup,sehingga lapisan user support layer dapat “mengerti” pesan yang dikirimnetwork support layer. Gambar 4.3 memperlihatkan seluruh lapisan OSIdengan dimulai pada lapisan 7 yang merupakan data asli.



Physical Layer (Lapisan Fisik)



Lapisan fisik melakukan fungsi pengiriman dan penerimaan bitstream dalam medium fisik. Dalam lapisan ini kita akan mengetahuispesifikasi mekanikal dan elektrikal daripada media transmisi sertaantarmukanya. Hal-hal penting yang dapat dibahas lebih jauh dalamlapisan fisik ini adalah :
· Karakteristik fisik daripada media dan antarmuka.
· Representasi bit-bit. Maksudnya lapisan fisik harus mampumenterjemahkan bit 0 atau 1, juga termasuk pengkodean danbagaimana mengganti sinyal 0 ke 1 atau sebaliknya.
· Data rate (laju data).
· Sinkronisasi bit.
· Line configuration (Konfigurasi saluran). Misalnya: point-to-pointatau point-to-multipoint configuration.
· Topologi fisik. Misalnya: mesh topology, star topology, ringtopology atau bus topology.
· Moda transmisi. Misalnya : half-duplex mode, full-duplex(simplex) mode.
Berbagai lapisan fisik Ethernet standar juga di lapisan ini; Ethernet menggabungkan kedua lapisan ini dan lapisan data link. Hal yang sama berlaku untuk lainnya local-area jaringan, seperti token ring , FDDI , ITU-T G.hn dan IEEE 802.11 , serta jaringan wilayah pribadi seperti Bluetooth dan IEEE 802.15.4 .

9 Mar 2012

JADWAL PERTANDINGAN BOLA

UNTUK MELIHAT JADWAL PERTANDINGAN BOLA
BAGI PARA PENGGILA BOLA


delphi

Delphi merupakan salah satu bahasa pemrograman yang mengalami perkembangan sangat pesat di dunia khususnya di Indonesia. Banyak aplikasi dapat dikembangkan dengan Delphi seperti operasi perhitungan matematis, grafis, Pengolah kata, Spreet Sheet, games dan basis data. Dengan dukungan OOP Delphi mempunyai kemampuan yang sangat handal apalagi dengan adanya komunitas Delphi semakin memperjelas eksistensinya. Tulisan ini akan mencoba menjabarkan bagaimana memanfaatkan Delphi sebagai salah satu Program.

belajar delphi

Mengubah Background Toolbar Windows Explorer dgn Gambar Bitmap
Program ini menjelaskan tentang mengubah background toolbar windos Explorer dengan gambar bitmap. Yang dilakukan program ini sangat sederhana, yakni memberikan data value BackBitmapShell pada key HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Internet Explorer\Toolbat dan nilainya merupakan path file bitmap yang digunakan.
Pada Fom rancang 2 Button dan poperty Dialog dengan mengambil OpenPictureDialog, dan juga EditText

Ini Listing program selengkapnya

Procedure Tform1.Button1Click(Sender:TObject);
begin
if OpenPictureDialog1.Execute then
Edit1.Text:=OpenPicutreDialog1.FileName;
end;

Procedure Tfrom1.Button2Click(Sender:TObject);
var Register:Tregister;
begin
Register:=Tregister.create;
Register.RootKey:=HKEY_CURRENT_USER;
try
try
Register.OpenKey('\Software\Microsoft\Internet Explorer\'+ 'Toolbar',True);
Register.WriteString('BackBitmapShell',Edit1.Text);
ShowMessage('Berhasil mengubah background toolbar'+#13+'Untuk melihat hasilnya,buka'+
' "Windows Explorer" baru.');
Except on ERegistryException do
ShowMessage('Gagal mengubah background toolbar explorer');
end;
Finally
Register.CloseKey;
Register.Free;
end;

selesai dehhhhhhhhhh..
Selamat mencoba>>>

1 Mar 2012

SISTEM INFORMASI MANUFAKTUR 2

Sistem Informasi Manufaktur merupakan subset dari Sistem Informasi Manajemen yang menyediakan informasi untuk digunakan dalam pemecahan masalah manufaktur. Manajer dalam area manufaktur menggunakan komputer sebagai komponen sistem fisik maupun sistem informasi konseptual. Manajer pada area manufaktur menggunakan komputer dalam sistem produk fisik untuk aplikasi seperi CAM (Computer Aided Manufacturing) dan CAD (Computer Aided Design).

Sebagai Sistem informasi konseptual, komputer digunakan dalam menjadwalkan produksi, mengatur persediaan, mengendalikan kualitas produk dan melaporkan biaya produk.

Semua aplikasi untuk fsiik maupun konseptual disebut CIM (Computer Integrated Manufacturing).

Pendekatan Mengelola Proses Manufaktur Menggunakan Informasi:
♪ Titik Pemesanan Kembali / ROP (ReOrder Point)
Adalah pendekatan reaktif yaitu keputusan pembelian pada titik pemesanan kembali dengan menunggu hingga saldo suatu jenis barang mencapai tingkat tertentu.
♪ Perencanaan Kebutuhan Material / MRP (Material Requirements Plannings)
Adalah pendekatan proaktif yaitu mengidentifikasi material yang akan diperlukan, jumlahnya, dan tanggal diperlukannya.

Komponen-komponen utama sistem MRP:
1. Sistem Penjadualan Produksi
Yaitu menyiapkan master production schedule yang memproyeksikan produksi hingga satu tahun ke depan untuk mengakomodasi proses produksi. Master production schedule menggunakan 4 file data mencakup file Pesanan Pelanggan, file Ramalan Penjualan, File Persediaan Barang Jadi, file Kapasitas Produksi.
2. Sistem Material Requirements Planning
yaitu menentukan berapa banyak material yang diperlukan untuk memproduksi jumlah unit yang diinginkan.

File yang diperlukan:
File Bill Of Material, kuantitas pada bill of material dikalikan dengan jumlah unit yang akan diproduksi kebutuhan bruto (gross requirements).
File Persediaan Bahan Baku digunakan untuk menentukan material yang telah dimilki. Material tersebut dikurangi dengan kebutuhan bruto kebutuhan netto (net requirements) yaitu jumlah yang harus dibeli untuk memenuhi jadual produksi.

3. Sistem Capacity Requirements Planning
Berhubungan dengan sistem Material Requirements Planning
Untuk memastikan bahwa produksi terjadual sesuai dengan kapasitas pabrik.

4. Sistem Pengeluaran Pesanan (Order Release System)
Menggunakan jadual pesanan terencana untuk input dan mencetak laporan pengeluaran pesanan (order release
report). Satu salinan diserahkan kepada pembeli di departemen pembelian untuk berunding dengan pemasok, dan salinan lain dikirimkan ke manajer manufaktur untuk mengontrol proses produksi.

♪ Perencanaan Sumber Manufaktur / MRP II (Manufacturing Resource Plannings)
Adalah mengintegrasikan semua proses di dalam manufaktur yang berhubungan dengan manajemen material.
Manfaat MRP II :
1. Penggunaan sumberdaya yang lebih efisien
2. Perencanaan prioritas yang lebih baik
3. Pelayanan pelanggan yang meningkat
4. Semangat pekerja yang meningkat
5. Informasi manajemen yang lebih baik

♪ JUST -IN-TIME (JIT)
Menjaga arus material ke pabrik hingga minimum dengan menjadualnya agar tiba di stasiun kerja tepat pada waktunya (just in time)

SUBSISTEM INPUT MANUFAKTUR
Terdiri dari Sistem Informasi Akuntansi, Subsistem Rekayasa Industri, dan Subsistem Intelijen Manufaktur.

Sistem Informasi Akuntansi
Menyediakan data input bagi aplikasi manufaktur. Terminal ditempatkan di seluruh pabrik untuk mencatat kegiatan pekerja manufaktur dan sumber daya mesin ketika bahan baku diubah menjadi produk akhir.

Subsistem Rekayasa Industri
Menyediakan data dan informasi yang menjelaskan operasi manufaktur internal dari Industrial Engineer (IE) yang mempelajari proses produksi agar menjadi lebih efisien yaitu dengan merancang sistem produksi fisik dengan menentukan lokasi pabrik, cara mengatur jalur produksi, dan urutan proses yang harus dilaksanakan.

Subsistem Intelijen Manufaktur
Menyediakan data dan informasi mengenai pemasok dan serikat buruh yang dikumpulkan melalui penelitan khusus dan pertemuan pribadi.

SUBSISTEM OUTPUT MANUFAKTUR
Terdiri dari Subsistem Produksi, Subsistem Persediaan, Subsistem Kualitas.

Subsistem Produksi
Mengukur proses produksi dalam hal waktu dengan menelusuri arus kerja dari satu langkah ke langkah berikutnya.

Subsistem Persediaan
Mengukur volume kegiatan produksi saat persediaan diubah dari bahan mentah menjadi barang dalam proses dan akhirnya barang jadi.
Perusahaan berusaha meminimumkan biaya pemeliharaan dengan menjaga agar tingkat persediaannya rendah dengan cara memesan dalam kuantitas kecil atau ekonomis. Metode yang dapat digunakan adalah EOQ & EMQ.
EOQ (Economic Order Quantity): menyeimbangkan biaya pemeliharaan dan pembelian serta mengidentifikasi biaya kombinasi terendah.
EMQ (Economic Manufacturing Quantity): menyeimbangkan biaya penyimpanan persediaan dengan biaya ketidak efisienan produksi.

Subsistem Kualitas
Mengukur kualitas bahan saat bahan tersebut diubah. Diukur mutu/kualitasnya mulai saat diterima dari pemasok, berbagai titik dalam proses produksi, dan barang jadi sebelum meninggalkan pabrik.

Subsistem Biaya
Mengukur biaya yang terjadi dalam proses produksi

SISTEM INFORMASI MANUFAKTUR

SISTEM INFORMASI MANUFAKTUR
DEFINISI SISTEM INFORMASI MANUFAKTUR
Manufaktur, dalam arti yang paling luas, adalah proses merubah bahan baku menjadi
produk. Proses ini meliputi:perancangan produk, pemilihan material dan tahap‐tahap proses
dimana produk tersebut dibuat.
Definisi manufaktur secara umum adalah suatu aktifitas yang kompleks yang
melibatkan berbagai variasi sumberdaya dan aktifitas perancangan produk, pembelian,
pemasaran, mesin dan perkakas, manufacturing, penjualan, perancangan proses, production
control, pengiriman material, support service, dan customer service.
Sistem Informasi Manufaktur adalah suatu sistem berbasis komputer yang bekerja
dalam hubungannya dengan sistem informasi fungsional lainnya untuk mendukung
manajemen perusahaan dalam pemecahan masalah yang berhubungan dengan manufaktur
produk perusahaan yang pada dasarnya tetap bertumpu pada input, proses dan output. Sistem
ini digunakan untuk mendukung fungsi produksi yang meliputi seluruh kegiatan yang terkait
dengan perencanaan dan pengendalian proses untuk memproduksi barang atau jasa
Ruang lingkup sistem informasi manufaktur meliputi Sistem perencanaan manufaktur,
Rencana produksi, Rencana tenaga kerja, Rencana kebutuhan bahan baku dan Sistem
pengendalian manufaktur.
MANFAAT SISTEM INFORMASI MANUFAKTUR
Manfaat digunakannya sistem informasi manufaktur di dalam perusahaan adalah
sebagai berikut :
1. Hasil produksi perusahaan lebih cepat dan tepat waktu karena sistem informasi
manufaktur menggunakan komputer sebagai alat prosesnya.
2. Perusahaan lebih cepat memperoleh informasi yang akurat dan terpercaya.
3. Arsip lebih terstruktur karena menggunakan sistem database
4. Sistem informasi manufaktur yang berupa fisik robotik, hasil produksi semakin cepat,
tepat dan berkurangnya jumlah sisa bahan yang tidak terpakai.
MODEL SISTEM INFORMASI MANUFAKTUR
􀀣 Input Data/Informasi
Input data berupa data internal dan data eksternal, data internal merupakan data intern sistem
keseluruhan yang mendukung proses pengolahan data menjadi informasi yang berguna. Data
ini meliputi sumber daya manusia (SDM), material, mesin, dan hal lainnya yang mendukung
Sistem Informasi Manufaktur 2
proses secara keseluruhan seperti transportasi, spesifikasi kualitas material, frekuensi
perawatan, dan lain‐lain.
Data Eksternal perusahaan merupakan data yang berasal dari luar perusahaan (environment)
yang mendukung proses pengolahan data menjadi informasi yang berguna untuk perhitungan
cost dalam manufaktur mulai dari awal hingga akhir proses.. Contoh data eksternal adalah data
pemasok (supplier), kebijakan pemerintah tentang UMR, listrik, dll.
sumber internal
sumber eksternal
gambar 1. Model S I Manufaktur
􀀣 Sub Sistem Input
Sub sistem input terdiri dari
a. Sistem informasi akuntansi
Mengumpulkan data intern yang menjelaskan operasi manufaktur dan data lingkungan
yang menjelaskan transaksi perusahaan dengan pemasok. Sebagai contoh, pegawai
produksi memasukan data ke dalam terminal dengan menggunakan kombinasi media yang
dapat dibaca mesin dan keyboard. Media berbentuk dokumen dengan bar code yang dapat
dibaca secara optik atau dengan tanda pensil yang dapat dibaca secara optik, dan kartu
plastik dengan garis‐garis catatan yang dapat dibaca secara magnetis. Setelah dibaca data
tersebut ditransmisikan kekomputer pusat untuk memperbarui database.
b. Sub sistem industrial engineering (IE)
Industrial Engineering merupakan analisis sistem yang terlatih khusus yang mempelajari
operasi manufaktur dan membuat saran‐saran perbaikan. Industrial engineering terdiri
dari proyek‐proyek pengumpulan data khusus dari dalam perusahaan yang menetapkan
berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk suatu produksi.
c. Sub sistem intelijen manufaktur
Sistem
informasi
akuntansi
Sub sistem
industrial
engineering
Sub sistem
intelijen
manufaktur
D
A
T
A
B
A
S
E
Sub sistem
persediaan
Sub sistem
biaya
Sub sistem
produksi
Sub sistem
kualitas
pemakai
Sistem Informasi Manufaktur 3
Subsistem intelijen manufaktur berfungsi agar manajemen manufaktur tetap mengetahui
perkembangan terakhir mengenai sumber‐sumber pekerja, material dan mesin. Adapun yang
termasuk dalam sub sistem intelijen manufaktur adalah :
1. Informasi pekerja, manajemen manufaktur harus memperhatikan serikat pekerja yang
mengorganisasikan para pekerja perusahaan. Baik dalam sistem kontrak, tak berjangka
maupun borongan.
2. Sistem formal, manajemen manufaktur memulai arus informasi pekerja dengan
menyiapkan permintaan pekerja yang dikirimkan ke departemen sumber daya manusia
dan data dari berbagai elemen lingkungan yang menghubungkan kepada pihak pelamar.
3. Sistem informal, arus informasi antar pekerja dan manajemen manufaktur sebagaian
besar bersifat informal arus itu berupa kontak harian antara pekerja dan manajer mereka.
Kegiatan‐kegiatan yang terjadi di dalam intelijen manufaktur :
♥ Pengumpulan (pendokumentasian) data dari lingkungan
♥ Pengujian data,
♥ Pemeliharaan data, untuk menjamin akurasi dan kemutakhiran data.
♥ Keamanan data, untuk menghindari kerusakan serta penyalahgunaan data.
♥ Pengambilan data dalam bentuk laporan, untuk memudahkan pengolahan data yang lain.
􀀣 Sub Sistem Output
Adalah informasi yang dihasilkan dari hasil pengolahan data yang dapat dibagi menjadi 3
bagian yaitu produksi, persediaan dan kualitas, dimana ketiganya ini tidak meninggalkan unsur
biaya yang terjadi di dalamnya.
a. Sub sistem produksi
Adalah segala hal yang bersangkutan dengan proses yang terjadi disetiap divisi kerja
ataupun departemen yang mengukur produksi dalam hal waktu, menelusuri arus kerja dari
satu langkah ke langkah berikutnya.
b. Sub sistem persediaan
Tingkat persediaan perusahaan sangat penting karena menggambarkan investasi yang
besar dimana suatu barang dipengaruhi oleh jumlah unit yang dipesan dari pemasok setiap
kalinya, dan tingkat persediaan rata‐rata dapat diperkirakan dari separuh kuantitas
pesanan ditambah safety stock. Subsistem persediaan memberikan jumlah stok, biaya
holding, safety stock , dan lain‐lain berdasarkan hasil pengolahan data dari input, biasanya
memiliki proses pembelian (purchasing) dan penyimpanan (inventory). Dan fungsi dari sub
sistem persediaan adalah mengukur volume aktifitas produksi saat persediaan diubah dari
bahan mentah menjadi bahan jadi.
Sistem Informasi Manufaktur 4
c. Sub sistem kualitas
Adalah semua hal yang berhubungan dengan kualitas, baik waktu, biaya, performa kerja,
maupun pemilihan supplier. Fungsi dari sub sistem kualitas adalah mengukur kualitas
material saat material diubah. Banyak hal lain yang bukan unsur mutlak kualitas namun
perlu masuk dalam unsur kualitas seperti proses (Process Control), Perawatan
(Maintenance), dan Spesifikasi (Specification) baik produk jadi maupun material. Sub
sistem kualitas mempunyai pendekatan khusus untuk meningkatkan kualitas produksinya
dengan menggunakan total quality management (TQM) yaitu manajemen keseluruhan
perusahaan sehingga perusahaan unggul dalam semua dimensi produk dan jasa yang
penting bagi semua pelanggan. Keyakinan dasar yang melandasi TQM adalah :
􀂛 Kualitas ditentukan oleh pelanggan dan manajemen yang digunakan
􀂛 Kualitas dicapai oleh manajemen
􀂛 Kualitas adalah seluruh tanggung jawab seluruh penghuni perusahaan
d. Sub sistem biaya
Komponen biaya termasuk dalam semua subsistem yang ada. Tujuan perusahaan
manufaktur secara umum adalah mencapai keuntungan dari hasil penjualan produknya.
Oleh karena itu, sebuah sistem informasi tidak akan pernah terlepas unsur biaya yang
terjadi di dalamnya. Sub sistem biaya berfungsi untuk mengukur biaya yang terjadi selama
proses produksi terjadi. Unsur‐unsur pengendalian biaya ada dua yaitu standar kerja yang
baik dan sistem untuk melaporkan rincian kegiatan saat terjadinya proses produksi yang
akurat. Sub sistem biaya dibagi menjadi dua yaitu :
☺ Biaya Pemeliharaan
Biaya pemeliharaan / biaya penyimpanan biasanya dinyatakan sebagai presentase biaya
tahunan dari barang, mencakup kerusakan, pencurian, keusangan, pajak dan asuransi.
☺ Biaya Pembelian
Mencakup biaya‐biaya yang terjadi saat material dipesan, waktu pembelian, biaya telp,
biaya sekretaris, biaya formulir pesanan pembelian dan sebagainya.
KOMPUTER SEBAGAI BAGIAN DARI SITEM FISIK
Sistem informasi manufaktur menggunakan komputer baik secara konseptual maupun
sebagai suatu elemen dalam sistem produksi fisik. Adapun yang termasuk dalam komputer
sebagai bagian dari sistem fisik adalah :
a. Computer Aided Design (CAD)
Program komputer untuk menggambar suatu produk atau bagian dari suatu produk yang
ingin digambarkan bisa diwakili oleh garis‐garis maupun simbol‐simbol yang memiliki
Sistem Informasi Manufaktur 5
makna tertentu. CAD bisa berupa gambar 2 dimensi dan gambar 3 dimensi. CAD yang lebih
sering disebut Computer Aided Engineering (CAE), melibatkan penggunaan komputer
untuk membantu rancangan produk yang dimanufaktur.
CAD digunakan untuk merancang segala sesuatu dari struktur rumit seperti bangunan dan
jembatan hingga bagian‐bagian kecil, memperbaiki gambar dengan menghaluskan garis.
Setelah rancangan itu dimasukkan kedalam komputer, engineer dapat menempatkan
rancangan itu pada berbagai pengujian untuk mendeteksi titik‐titik lemah, CAD bahkan
dapat membuat bagian‐bagian tersebut bergerak seperti sedang digunakan. Ketika
rancangan itu selesai, perangkat lunak CAD dapat mempersiapkan spesifikasi rinci yang
diperlukan untuk memproduksi produk itu yang disimpan dalam database rancangan.
CAD telah berevolusi dan terintegrasi dengan perangkat lunak CAE dan Integrasi itu
dimungkinkan karena perangkat lunak CAD saat ini kebanyakan merupakan aplikasi
gambar 3 dimensi atau biasa disebut solid modelling yang memungkinkan
memvisualisasikan komponen dan rakitan yang kita buat secara realistik dan mempunyai
properti seperti massa, volume, pusat gravitasi , luas permukaan dll.
Contoh Pro/ENGINEER, AutoCAD, Solid Works, Catia, Unigraphics, ProgeCAD, dan ZWCAD.
b. Computer Aided Manufacturing (CAM)
Penerapan komputer dalam proses produksi dimana mesin yang dikendalikan komputer
seperti bor dan mesin bubut menghasilkan produk sesuai dengan spesifikasi yang
diperoleh dari database rancangan.
Otomatisasi perusahaan sekarang ini disertai teknologi CAM, karena produksi dapat
berlangsung lebih cepat dan tepat dibandingkan bila menerapkan tenaga manusia
seutuhnya sehingga memungkinkan berkurangnya sisa bahan produksi yang tidak
berguna. CAM biasanya digunakan oleh para insinyur dan arsitek dalam penerapannya.
c. Robotik (Industrial Robots/IR)
Penerapan komputer yang lain dalam pabrik adalah robotik industrial. Alat yang secara
otomatis menjalankan tugas‐tugas tertentu dalam proses manufaktur yang
memungkinkan perusahaan untuk memotong biaya dan mencapai tingkat kualitas yang
tinggi, juga digunakan untuk melakukan pekerjaan yang mengandung resiko seperti
melakukan pekerjaan di tempat yang bertemperatur tinggi sehingga mengakibatkan
kinerja dan keefektifan robot kurang maksimal.
KOMPUTER SEBAGAI SISTEM INFORMASI
a. Sistem Pemesanan Kembali ( ReOrder
Point/ROP)
Sistem Informasi Manufaktur 6
Setelah komputer pertama diterapkan dan berhasil dalam area akuntansi, komputer diberikan
tugas mengendalikan persediaan. Pendekatan reaktif yg sederhana yaitu menunggu hingga
saldo suatu jenis barang mencapai tingkat tertentu dan kemudian memicu pesanan pembelian
atau suatu proses produksi. Tingkat barang yang berfungsi sebagai pemicu disebut titik
pemesanan barang dan sistem yang mendasarkan keputusan pembelian pada titik pemesanan
kembali disebut sistem titik pemesanan kembali (re‐order point/ROP). Beberapa istilah dalam
ROP antara lain :
􀂛 Stock‐out : kehabisan persediaan
􀂛 Lead time : waktu yang dibutuhkan pemasok untuk mengisi pesanan
􀂛 Safety stock : persediaan aman
Rumus menghitung ROP :
R = titik pemesanan kembali L = lead time pemasok S = tingkat safety stok ( dalam unit )
U = tingkat pemakaian ( jumlah unit yang digunakan atau terjual setiap hari )
Perusahaan biasanya melakukan pemesanan sebelum stok habis sama sekali, dengan
demikian selalu ada kesempatan bagi perusahaan untuk melakukan kegiatannya sambil
menunggu pengiriman dari pemasok yang belum datang, atau penggunaan stok akan dikurangi
selama jangka lead time. Jika kekosongan stok terjadi, perusahaan tidak dapat menjalankan
proses produksinya yang mengakibatkan perusahaan rugi.
Dengan pengukuran yang teliti, maka bisa dilakukan pencadangan jumlah inventarisasi
ekstra atau sering disebut safety stock.
b. Material Requirement Planing (MRP)
MRP dikembangkan pada tahun 1960‐an oleh Joseph Orlicky dari J.I case company. MRP
adalah suatu strategi material proaktif yaitu mengidentifikasikan material, jumlah dan
tanggal yang dibutuhkan. MRP mempunyai 4 komponen meliputi :
1. Sistem penjadwalan produksi menghasilkan master jadwal produksi yang mencakup
lead time terpanjang ditambah waktu produksi terpanjang.
2. Sistem MRP menguraikan tagihan material. Mengubah kebutuhan bruto menjadi
kebutuhan netto.
3. Sistem perencanaan kebutuhan kapasitas bekerja dengan sistem MRP utk menjaga
produksi dalam kapasitas pabrik. Menghasilkan output, melaporkan dan merencanakan
jadwal pemesanan.
R = LU + S
Sistem Informasi Manufaktur 7
4. Sistem pelepasan pesanan menghasilkan laporan untuk lantai kerja dan pembelian
Gambar 2. Pemesanan Kembali tanpa cadangan dan dengan Cadangan
Manfaat MRP bagi perusahaan :
1. Perusahaan dalam mengelola materialnya secara lebih efisien
2. Perusahaan dapat menghindari kehabisan persediaan barang
3. Perusahaan mengetahui kebutuhan material di masa depan
4. Pembeli dapat merundingkan perjanjian pembeli dengan pemasok.
c. Manufacturing Resource Planning (MRP II)
MRP II mengintegrasikan semua proses di dalam manufaktur yang berhubungan dengan
manajemen material. MRP II dikembangkan oleh Oliver Wight dan George Plossy.
Manfaat MRP II :
1. Penggunaan sumber daya yang lebih efisien; mengurangi inventori, lebih sedikit waktu,
lebih sedikit kemacetan.
2. Perencanaan prioritas lebih baik; memulai produksi lebih cepat dan jadwal lebih fleksibel.
3. Meningkatkan pelayanan pelanggan; sesuai tanggal pengiriman, meningkatkan kualitas,
kemungkinan harga lebih rendah/murah.
4. Meningkatkan moral dan semangat pekerja
5. Informasi manajemen yang lebih baik
Implementasikan MRP II dapat mencapai harapan yang maksimal pada tingkat keberhasilan
tergantung pada penampilan dalam tiga area:
• Komitmen manajemen puncak, dikemukakan ketika para eksekutif secara aktif ikut ambil
bagian dalam steering committee, MRP II sebagai proyek yang paling diprioritaskan
dalam perusahaan
Sistem Informasi Manufaktur 8
• Proses Implementasi, berlangsung dengan sangat baik bila seluruh area yang ada di
perusahaan mempunyai wakilnya dalam team proyek tersebut sehingga dapat dilakukan
analisis kebutuhan yang lengkap bagi pemakai.
• Pemilihan software dan hardware, dapat dilakukan dengan baik bila RFP (request for
proposal) formal dikirimkan kepada semua pemasok software dan hardware yang
diminati.
d. Pendekatan Just in Time (JIT)
Pada pertengahan tahun 1980‐an para manajer Amerika Serikat mempelajari manajemen
Jepang dan teknik organisasi untuk mendapatkan kunci keberhasilan penjualan mereka. Salah
satu teknik tersebut adalah just in time (JIT). JIT menjaga arus bahan ke pabrik agar sampai
yang terendah dengan cara menjadwalnya agar saat tiba di workstation (stasiun kerja) ”just in
time” (tepat waktu). JIT berusaha untuk meminimalkan biaya inventarisasi dengan cara
memproduksi dalam jumlah yang lebih kecil. Lot size (ukuran tumpukan) yang ideal akan
menjadi satu dalam sistem JIT. Satu unit akan bergerak dari workstation ke workstation
berikutnya sampai produksinya selesai.
Pengaturan waktu menjadi kunci Penting saat Pasokan bahan mentah datang dari pemasok
sebelum penjadwalan produksi mulai, tidak ada inventarisasi bahan mentah yang perlu
dibicarakan. Jumlah bahan mentah yang sedikit diterima sekaligus, karena mungkin pemasok
melakukan beberapa kali pengiriman selama satu hari. Kebalikannya dengan MRP yang
menekankan perencanaan jangka panjang dan membutuhkan penggunaan komputer, maka JIT
menekankan pengaturan waktu dan penggunaan tanda non komputer karena cukup
menggunakan ”kanban” yang berarti kartu. Tujuan JIT adalah meminimalkan biaya persediaan
dan penanganan (keamanan dan asuransi).

29 Feb 2012

CARA MUDAH BELAJAR BAHASA INGGRIS

Cara Mudah Belajar Bahasa Inggris

Bahasa inggris merupakan sebuah bahasa yang sudah diakui oleh seluruh dunia atau biasa juga bahasa ini disebut dengan bahasa internasional. Karena bahasa ini bahasa yang internasional dan digunakan oleh seluruh penjuru dunia, maka belajar mengenai bahasa ini menjadi suatu yang penting mengingat pentingnya kontribusi bahasa inggris dalam kehidupan sehari hari terutama dalam berkomunikasi. Cara belajar yang mudah dan efektif sangat diperlukan mengingat bahan materi dari bahasa inggris ini sangat banyak.

Untuk memulai belajar bahasa inggris dari awal akan sangat bagus karena dari awal tersebutlah pondasi dari bahasa inggris akan dipelajari. Cara yang mudah untuk mempelajari bahasa inggris ini adalah dengan mempelajari inti - inti dari bahasa inggris tersebut dan hal yang paling penting untuk dilakukan dalam belajar bahasa inggris adalah dengan mencoba berbicara bahasa inggris. Walaupun masih banyak yang salah namun dari kesalahan tersebutlah kita menjadi mengetahui letak kesalahan kita dan mengetahui bagaimana yang benar seharusnya.

Pokok - pokok bahasan yang mendasar dalam bahasa inggris ini diantaranya dapat Anda temukan di toko buku sekitar. Belilah buku panduan dasar bahasa inggris yang benar-benar untuk pemula bagi yang masih mempelajari bahasa inggris. Untuk tutorial selanjutnya akan dibahas mengenai belajar bahasa inggris tingkat lanjut.


GOODLUCK GAAAAANNNNNNN