Showing posts with label hot news. Show all posts
Showing posts with label hot news. Show all posts

8 Jun 2015

Profile Aliando Syarief

Muhammad Ali Syarief

Profile

Nama : Aliando Syarief / Muhammad Ali Syarief
Tanggal Lahir :  26 Oktober 1996
Tempat Lahir : Indonesia, Jakarta
Tinggi : 170 cm
Profesi : Aktor
Hobby : Pencak Silat
Keluarga : Syarief Alkhatiri (Ayah), Tengku Resi Revado (Ibu), Alya Avivah (kakak perempuan)

Biografi

Aliando Syarief adalah seorang aktor berkebangsaan Indonesia yang memiliki darah Arab yang didapat dari ayah nya asli orang berkebangsaan Arab, tak heran aktor ini akrab dengan wajah middle east dan hobby membaca Al-qur'an. Aliando merupakan putera kedua dari dua bersaudara dengan kakak perempuannya. tidak hanya sebagai pemain sinetron dan film, Aliando juga memiliki single lagu yang populer.

FTV

  • Cinta Monyet Di Kantin Sekolah
  • Komisi Pemberantasan Setan (KPS) (dengan Tya Ariestya, Marsha Natika)
  • Petaka Homeschooling
  • 12:12 (dengan Marsha Aruan, Cleopatra Djapri, Lani Ramadhani, Aditya Suryo)
  • Toko Kr.Amat : Headphone Suara Hati (dengan Mike Ethan, Marsha Aruan, Echa Oemry, Asca Zulfa, Rully Fiss)
  • Kukibarkan Benderaku (dengan Marsha Aruan, Cleopatra Djapri, Yunizha Icha, Rangga Azof, Kaditha Ayu)
  • Yuk Kita Sekolah (dengan Natasha Ratulangi, Echa Oemry, Yunizha Icha)
  • Persada Langit Biru
  • Rama dan Shinta (Indosiar)
  • Lolly Love (Trans TV)
  • Si Badil dan Blangkon Ajaib
  • Cinta Monyet di Kantin (SCTV)

Filmografi

  • Garuda di Dadaku 2 (2011) sebagai Yusuf
  • Janji Hati (2015) sebagai Dava

Sinetron

  • Bara Bere (2013) sebagai Ali
  • Ibrahim Anak Betawi (2014) sebagai Beni
  • ABG Jadi Manten (2014)
  • Ganteng Ganteng Serigala (2014) sebagai Digo
  • Ganteng Ganteng Serigala Season 2 (2015) sebagai Digo
  • Samson dan Dahlia (2015) sebagai Aliando

Single

  • Kau Terindah (2015)
  • Hanyalah KepadaMu (2015)
  • Jatuh Cinta Tak Ada Logika (The Freaks : Aliando, Calvin Jeremy, Teuku Rassya, Nikita Willy) (2015)

4 Jun 2015

Artis Jepang Hot Trend 2015 "Ebihara Yuri"

Profile Ebihara Yuri, Yuri Ebihara, Hot Jepang Artis

Profile
Nama : Ebihara Yuri / Yuri Ebihara
Nama Panggilan : Ebi-Chan
Profesi : Aktris dan Model
Tanggal Lahir : 03 Oktober 1979
Tempat Lahir : Jepang, Miyazaki District, Miyazaki
Tinggi : 168cm
Bintang : Libra
Golongan Darah : O
Keluarga : Saudara Kembar dan Adik Laki - Laki

Acara Televisi
Tokumei Kakarichou Tadano Hitoshi 4 (TV Asahi, 2009)
Oniyome Nikki 2 (Fuji TV, 2007)
Tokumei Kakarichou Tadano Hitoshi 3 (TV Asahi, 2007)
Busu no Hitomi ni Koishiteru (Fuji TV, 2006)
Woman's Island (NTV, 2006)
Slow Dance (Fuji TV, 2005)
Tokumei Kakarichou Tadano Hitoshi 2 (TV Asahi, 2005)
Salaryman Kintaro 4 (TBS, 2004)
Tokumei Kakaricou Tadano Hitoshi (TV Asahi, 2003)

Film
Tokumei Kakaricho Tadano Hitoshi - Saigo no Gekijoban (2008)


29 May 2015

Biodata Lengkap Park Shin Hye

Park Shin-hye (Hangul: 박신혜; lahir 18 Februari 1990) adalah aktris, penyanyi dan penari Korea Selatan. Dia terkenal karena perannya yang sangat baik di drama televisi yang berjudul "You're Beautiful (2009)", "Heartstrings (2011)", "Flower Boys Next Door (2013)", "The Heirs (2013) and Pinocchio (2014)".

Profile Lengkap Park Shin Hye 

Nama : 박신혜 / Park Shin Hye
Profesi Park Shin Hye : Aktris, Model, Penyanyi
Tanggal Lahir Park Shin Hye : 18 February 1990
Tempat Lahir Park Shin Hye : Paju, Gyeonggi, Korea Selatan
Tinggi Park Shin Hye : 163 cm
Berat Park Shin Hye : 45 Kg
Golongan Darah Park Shin Hye : A
Pendidikan Park Shin Hye : Seoul Young-Pa Girls’ Middle/High School, Seoul ChungAng University (drama and movie) 
Bakat Park Shin Hye : Dancing/Menari
Hoby Park Shin Hye : Mendengarkan Musik
Keluarga Park Shin Hye : Orang Tua dan Saudara Park Shin Won
Agen Bakat : S.A.L.T Entertainment

Awal Kehidupan Park Shin Hye

Park Shin-hye lahir di Gwangju, namun dibesarkan di Songpa District, Seoul. Shin-hye memulai debutnya melalui video musik "Flower" oleh penyanyi Lee Seung-hwan dan melangkah ke dunia hiburan. Setelah itu, ia mendapat pelatihan formal dalam menyanyi, menari dan akting. Saat ini Park Shin Hye belajar di Chung-Ang University jurusan Teater dan Film.

Beberapa Foto Park Shin Hye
      

16 Sept 2012

Ini Dia Sutradara Film Kontroversial 'Innocence of Muslims'

California Nakoula Basseley Nakoula atau 'Sam Bacile', sutradara film 'Innocence of Muslims' akhirnya muncul ke publik. Meski begitu, fisiknya masih misterius karena dia menutupi seluruh wajah.



Diberitakan reuters, Minggu (16/9/2012), pria berdarah Mesir itu muncul saat diperiksa polisi Califorrnia, Amerika Serikat. Dia tampak mengenakan topi, selendang yang menutupi wajah dan kacamata hitam. Dia digiring oleh para sheriff kota tersebut.

Setelah dicecar dengan sejumlah pertanyaan, Nakoula akhirnya diperbolehkan pulang. Sebelumnya dia sempat dipenjarakan selama 21 bulan karena memalsukan identitas.

Nakoula diduga bertanggung jawab atas pembuatan film 'Innocence of Muslims' yang berisi penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW dan ajaran Islam. Film yang beredar luas di situs YouTube itu membuat umat Islam di seluruh dunia marah. Sebagian ada yang protes hingga berujung pada aksi kekerasan. 14 Orang demonstran meninggal dunia. Sementara Dubes AS di Libya juga ikut menjadi korban.

INNOCENCE OF MUSLIMS

Film Innocence of Muslims - Innocence of Muslims adalah sebuah film beranggaran rendah yang dibuat pada tahun 2012 dan berisi tentang hinaan terhadap umat Islam dan juga Nabi Muhammad. Beredarnya trailler film ini di Youtube pada awal bulan Juli 2012 telah membawa gejolak diberbagai negara dengan masyarakat mayoritas Islam di Dunia pada awal bulan September 2012.

Innocence of Muslims

Menurut pemberitaan CNN, pembuat film Innocence of Muslims sendiri adalah seorang yang bernama Nakoula Basseley Nakoula (55) dengan nama samaran Sam Bacile. Nakoula tercatat sebagai warga Southern California, Amerika Serikat, dan dari biografi hidupnya diketahui pernah dihukum atas kasus penyelewengan perbankan pada tahun 2009 dan pernah dikenal sebagai tahanan luar selama 5 tahun.

Belakangan dari pengakuan para pemeran film Innocence of Muslims, diketahui bahwa pada awalnya konsep film itu adalah genre drama dengan judul Desert Warriors. Film itu sendiri seharusnya bercerita tentang peristiwa kuno yang terjadi 2 ribu tahun yang lalu.

Para pemeran film tersebut juga merasa terkejut setelah penulisan skrip yang berubah secara drastis. Bila pada masa shooting, Muhammad disebut dengan nama "Master George" dan setelah film kontroversial itu diproduksi, pengisi suara mulai memainkan peranannya. Dengan beredarnya film Innocence of Muslims yang menyerang umat Islam dan menghina Nabi Muhammad membuat para pemeran merasa telah dibohongi oleh sutradra film yang tidak lain adalah sosok Sam Bacile.

Protes Film Innocence of Muslims

Munculnya film Film Innocence of Muslims telah memunculkan reaksi protes dari berbagai masyarakat Islam di Dunia semenjak 11 September 2012 yang lalu. Tercatat dalam protes yang terjadi di Kantor Konsulat AS di Benghazi, Libya, dibakar sehingga menewaskan empat warga AS, termasuk Duta Besar Christopher Stevens.

Protes film Innocence of Muslims di Tunisia juga dilaporkan telah merengut korban. Menurut laporan Kementerian Kesehatan Tunisia seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (15/9/2012), sebanyak 28 orang para demonstran luka-lukan dan 3 lainnya meninggal dunia.

Insiden itu terjadi ketika para demonstran bentrok dengan aparat polisi yang mencoba membubarkan massa. Para demonstran yang marah tersebut melakukan aksi demo di luar Kedubes AS di Tunis, ibukota Tunisia.

Sementara di Sudan dilaporkan juga telah menelan korban tewas dalam protes film Innocence of Muslims. Menurutu sebuah laporan Radio berbahasa Sudan menyebutkan bahwa sebanyak tiga orang tewas saat terjadi gelombang unjuk rasa memprotes film Innocence of Muslims di luar Kedutaan Besar Amerika Serikat di Sudan, Jumat (14/9).

Siaran radio itu menyebutkan bahwa polisi menembakkan gas air mata dan menggunakan pentungan untuk berusaha membubarkan ribuan pemrotes yang berusaha menyerbu kedutaan. Beberapa dari pemrotes sempat memasuki kompleks perwakilan AS.

Sehari sebelumnya di Yaman, juga dilaporkan telah terjadi bentrokan setelah demonstran menyerbu Kedutaan Besar AS menewaskan empat pemrotes dan 48 orang cedera. Korban termasuk 10 anggota pasukan keamanan yang ditugasi menjaga kedutaan tersebut.

Aksi demo di luar Kedubes AS di Kairo, Mesir juga telah menelan satu korban jiwa. Menurut sumber-sumber keamanan, 53 polisi juga mengalami luka-luka dalam bentrok tersebut. Bahkan 7 polisi di antaranya menderita luka-luka tembakan.

Protes terhadap film Innocence of Muslims juga terjadi di Indonesia. Salah satu kelompok Islam yang bereaksi keras atas film tersebut adalah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) . HTI menilai film Innocence of Muslims adalah penghinaan terhadap Rasulullah Muhammad SAW yang dilakukan oleh orang Barat untuk ke sekian kalinya.

Cabut Seruan Demo

Bergejolaknya aksi demo yang terjadi diseluruh dunia berkaitan dengan beredarnya film Innocence of Muslims telah menelan banyak korban jiwa. Atas hal tersebut kelompok berpengaruh di Mesir, Ikhwanul Muslimin mencabut seruannya untuk menggelar unjuk rasa damai di seantero Mesir guna memprotes film Innocence of Muslims yang telah merendahkan Islam dan Nabi Muhammad. Mereka menyatakan hanya akan berpartisipasi dalam unjuk rasa secara simbolis.

"Menyoroti peristiwa yang terjadi dalam 2 hari terakhir, Ikhwanul memutuskan untuk hanya berpartisipasi dalam unjuk rasa simbolis di Lapangan Tahrir, sehingga tidak akan ada lagi aksi pengrusakan properti, atau korban luka, atau korban tewas, seperti yang terjadi sebelumnya," ujar Sekjen Jenderal Ikhwanul Muslimin, Mahmud Hussein, dalam pernyataannya yang dilansir AFP, Jumat (14/9/2012).

Sebelumnya pada Kamis (13/9) waktu setempat, Ikhwanul Muslimin Mesir menyerukan aksi demo nasional untuk memprotes film 'Innocence of Muslims'. Dalam pernyataannya, Mahmud Hussein menyerukan seluruh umat muslim di Mesir untuk menggelar unjuk rasa damai pada Jumat (14/9) waktu setempat.

Tanggapan Yahudi dan Vatikan

Film Innocence of Muslims yang telah menimbulkan gejolak diberbagai negara membuat pihak Yahudi dan Vatikan juga turut angkat bicara. Dari pihak Yahudi sendiri yang sudah menyampaikan tanggapan adalah Michael Melchior, Rabi Ortodoks yang juga sebagai mantan Wamenlu Israel menyebutkan turut mengutuk film yang menyinggung Islam, dan memicu unjukrasa mematikan di Libya dan Mesir tersebut.

"Meskipun kebebasan mengungkapkan pendapat dan hak menggunakan sindiran adalah prinsip kudus demokrasi, kebebasan itu tak boleh digunakan sebagai alasan menyiarkan sampah dan lendir". Ujar Michael Melchior seperti yang dikutip dari Yahoo News.

Selain itu Federico Lombardi, Juru Bicara Vatikan juga menyampaikan hal yang senada. Vatikan mengutuk hasutan kebencian terhadap Muslim ini, termasuk kekerasan ikutannya setelah serangan mematikan atas Dubes AS di konsulat AS di Libya akibat film menyinggung Islam.

"Dampak berbahaya pelanggaran dan hasutan terhadap kepekaan umat Islam sekali lagi jelas. Tanggapan akibatnya, kadang kadang dengan hasil menyedihkan, pada gilirannya memelihara ketegangan dan kebencian serta melepaskan kekerasan. Menghormati keyakinan, naskah, angka dan lambang berbagai agama adalah prasyarat penting bagi kehidupan damai masyarakat" ujarnya.

Tanggapan Pemerintah Amerika Serikat

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton menyebut film Innocence of Muslims yang dibuat orang Israel di AS, Sam Bacile, sebagai video yang menjijikkan dan tercela.

Clinton menegaskan, pemerintah AS tidak ada hubungannya dengan film yang dimaksud, merupakan pelecehan terhadap agama Islam dengan menggambarkan Nabi Muhammad SAW sebagai sosok yang sangat negatif. "Film itu adalah upaya sinisme untuk menyerang orang lain atas keyakinan relijiusnya.

Bagi kami, khususnya bagi saya secara personal, video ini benar-benar menjijikkan dan sangat tercela. Nampaknya memang sengaja memiliki tujuan menghina, untuk merendahkan sebuah agama yang besar dan memprovokasi kemarahan," kata Clinton, Kamis (13/9).

"Pemerintah AS sama sekali tidak ada kaitannya dengan video ini. Kami secara tegas menolak isi dan pesan video ini," imbuhnya. Meski demikian, Clinton menyatakan semestinya film tersebut tidak dapat dijadikan pembenaran untuk merusak fasilitas dan menyerang diplomat AS. Sejauh ini, Clinton masih bungkam atas tuntutan para pengunjuk rasa untuk menghukum para pembuat film itu.

29 Aug 2012

Neil Armstrong, manusia pertama di Bulan, 82 Meninggal

Neil Armstrong, yang membuat "lompatan raksasa bagi umat manusia" sebagai manusia pertama yang menginjakkan kaki di bulan, meninggal dunia pada hari Sabtu. Dia meninggal pada usia 82 tahun.




Keluarganya mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa penyebabnya adalah Dia telah menjalani operasi bypass jantung bulan ini di Cincinnati, dekat tempat tinggalnya "komplikasi akibat prosedur kardiovaskular.". Kesembuhannya sudah berjalan dengan baik, menurut orang-orang yang berbicara dengan dia setelah operasi, dan kematiannya datang sebagai kejutan bagi banyak dekat dengannya, termasuk astronot Apollo sesama. Keluarga tidak mengatakan di mana ia meninggal.

Seorang pria, tenang, swasta, hati seorang insinyur dan pilot uji retak, Mr Armstrong membuat sejarah pada tanggal 20 Juli 1969, sebagai komandan pesawat ruang angkasa Apollo 11 pada misi yang memuncak ras Soviet-Amerika ruang di tahun 1960-an. Presiden John F. Kennedy telah melakukan bangsa "untuk mencapai tujuan, sebelum dekade ini keluar, dari pendaratan manusia di Bulan dan kembali dengan selamat ke Bumi." Hal itu dilakukan dengan lebih dari lima bulan untuk cadangan.

Pada hari itu, Mr Armstrong dan co-pilot-nya, Kolonel Edwin E. Aldrin Jr, yang dikenal sebagai Buzz, mengarahkan pendaratan lunar mereka kerajinan, Eagle, untuk tingkat, yang dipenuhi bebatuan dataran dekat pantai barat daya Laut Tranquillity. Itu adalah sentuhan dan pergi menit terakhir atau dua, dengan alarm terdengar komputer dan bahan bakar hampir habis. Tapi mereka berhasil.

"Houston, Tranquillity Basis sini," jawabnya Mr Armstrong untuk kontrol misi. "Elang sudah mendarat."

"Roger, Tranquillity," jawab misi kontrol. "Kami salin Anda di tanah. Anda punya sekelompok orang tentang membiru. Kita bernapas lagi. Terima kasih banyak. "

Hal yang sama bisa dikatakan untuk ratusan juta orang di seluruh dunia menonton di televisi.

Beberapa jam kemudian, ada Mr Armstrong dibundel dalam ruang angkasa putih dan helm pada tangga dari kapal pendarat. Penanaman kakinya di permukaan bulan, katanya, "Itu satu langkah kecil bagi manusia, satu lompatan raksasa bagi umat manusia." (Kata-kata-Nya akan menjadi subyek perdebatan sejarah kecil, apakah ia berkata "man" atau tidak jelas "pria.")

Segera Kolonel Aldrin bergabung dengan Mr Armstrong, melompat-lompat seperti kanguru dalam gravitasi bulan rendah, seperenam dari Bumi, sementara kapal perintah pilot, Michael Collins, tetap di orbit sekitar 60 mil overhead, menunggu mereka kembali. Dalam semua, 12 astronot Amerika berjalan di bulan antara saat itu dan Apollo 17 misi pada tahun 1972.

Misi Apollo 11 ditutup satu dekade penuh gejolak dan konsekuensial. Tahun 60-an di Amerika telah dimulai dengan janji tersebut, dengan pemilihan presiden muda, dicampur dengan selalu hadir kecemasan perang dingin. Kemudian menyentuh kehebatan dalam gerakan hak-hak sipil, hanya untuk meledak pada tahun-tahun pembunuhan dan jalan-jalan kota pembakaran dan kerusuhan kampus. Tapi sebelum itu berakhir, manusia telah mencapai simbol lama dari yang terjangkau.

Moonwalk berlangsung 2 jam dan 19 menit, cukup lama untuk membiarkan para astronot menguji pijakan di permukaan halus dan tepung - Mr Armstrong mencatat bahwa cetak booting-nya kurang dari satu inci - dan mengatur kamera televisi dan instrumen ilmiah dan mengumpulkan sampel batuan.

Setelah berita kematian Mr Armstrong dilaporkan, Presiden Obama, dalam sebuah pernyataan dari Gedung Putih, mengatakan, "Neil adalah salah satu pahlawan terbesar Amerika."

"Dan ketika Neil melangkah kaki di permukaan bulan untuk pertama kalinya," tambah presiden, "ia menyampaikan saat pencapaian manusia yang tidak akan pernah terlupakan."

Charles F. Bolden Jr, administrator NASA saat ini, mengatakan, "Selama ada buku-buku sejarah, Neil Armstrong akan dimasukkan di dalamnya, ingat untuk mengambil langkah kecil pertama umat manusia di dunia luar kita sendiri."

Bapak Bolden juga mencatat bahwa pada tahun-tahun setelah moonwalk, Mr Armstrong "membawa dirinya dengan rahmat dan kerendahan hati yang contoh bagi kita semua." Sejarawan Douglas Brinkley, yang mewawancarai Mr Armstrong untuk sejarah NASA lisan, dijelaskan dia sebagai "bangsa kita Galahad yang paling malu-malu." Keluarganya menyebut dia "seorang pahlawan enggan yang selalu percaya dia hanya melakukan tugasnya."

Memang, beberapa pejabat ruang angkasa telah dikutip karakteristik ini, juga sebagai rekayasa keterampilan dan pengalaman piloting X-15 pesawat roket, sebagai alasan bahwa Mr Armstrong berdiri di korps astronot. Setelah pasca-penerbangan parade dan tur dunia untuk tiga astronot Apollo 11, Mr Armstrong secara bertahap menarik diri dari mata publik. Dia tidak tertutup, tapi sebisa mungkin ia berusaha untuk menjalani kehidupan pribadi, pertama sebagai administrator asosiasi dalam program luar angkasa, maka sebagai seorang profesor universitas dan direktur sejumlah perusahaan.

Neil Armstrong Alden lahir pada 5 Agustus 1930, di kota kecil Wapakoneta, Ohio, Stephen Armstrong dan Viola mantan Louise Engel. Ayahnya adalah seorang auditor negara, yang berarti keluarganya pindah setiap beberapa tahun untuk sebuah kota Ohio baru sementara Neil tumbuh dewasa. Pada usia 6, Neil dan ayahnya mengambil tumpangan di Ford Trimotor pesawat, yang dikenal sebagai Tin Goose. Itu harus telah membuat kesan, untuk pada saat ia berusia 15 tahun, ia telah belajar untuk terbang, bahkan sebelum ia mendapat SIM-nya.

Neil menjadi Pramuka ketika keluarga kemudian pindah kembali ke Wapakoneta, di mana ia selesai SMA. (Kota ini sekarang memiliki sebuah museum bernama Mr Armstrong.) Dari sana, ia pergi ke Purdue University sebagai mahasiswa teknik dengan beasiswa Angkatan Laut. Tahun kuliahnya terganggu oleh Perang Korea, di mana Mr Armstrong adalah seorang pejuang Angkatan Laut pilot yang terbang misi tempur 78, di mana ia dipaksa untuk mengeluarkan setelah pesawat kehilangan salah satu ailerons nya, berengsel penerbangan-kontrol panel pada sayap.

Dalam "Manusia Pertama: The Life of Neil Armstrong," tulis James R. Hansen bahwa pada tahun pertama Mr Armstrong di Purdue, Charles E. Yeager memecahkan hambatan suara di Bell bertenaga roket X-1. Itu menarik tapi pahit bagi mahasiswa muda. Dia berpikir sejarah penerbangan telah melewatinya.

"Semua dalam semua, untuk seseorang yang tenggelam dalam, terpesona oleh, dan didedikasikan untuk penerbangan," kata Mr Armstrong penulis biografinya, "Saya kecewa dengan kerut dalam sejarah yang telah membawa saya sepanjang satu generasi akhir. Saya merindukan saat-saat besar dan petualangan dalam penerbangan. "

Selama Perang Korea, Mr Armstrong berada di unit yang penulis James A. Michener menulis di Kembali "The Bridges di Toko-Ri." Di Purdue setelah Angkatan Laut, Mr Armstrong terjun lebih sungguh-sungguh dalam studi teknik penerbangan, nya nilai meningkat dan karir terlihat.

Pada saat ini, dia juga bertemu Janet Elizabeth Shearon, seorang mahasiswa di bidang ekonomi rumah dari Evanston, Ill Segera setelah lulus, mereka menikah, pada bulan Januari 1956.

Mereka memiliki dua putra, Eric dan Mark, yang bertahan hidup. Seorang anak perempuan, Karen, meninggal karena tumor otak bisa dioperasi pada tahun 1962. Pasangan ini bercerai pada tahun 1994, Janet Armstrong tinggal di Utah. Pada 1999, Mr Armstrong menikah dengan Carol Knight, seorang janda 15 tahun lebih muda, dia juga bertahan. Mereka tinggal di Indian Hill, pinggiran kota Cincinnati.

Selamat lainnya termasuk anak tiri dan anak tiri, saudara, Dean, kakak, Juni Armstrong Hoffman, dan 10 cucu.

Setelah pernikahan pertamanya, pengantin baru pindah ke California, di mana Mr Armstrong telah dipekerjakan sebagai pilot uji eksperimental untuk National Aeronautics Komite Penasehat, cikal bakal dari National Aeronautics and Space Administration, di Edwards Air Force Base. Penerbangan pertama dalam pesawat roket berada di 1B X-Bell, pengganti pesawat Mr Yeager pertama kali terbang lebih cepat dari kecepatan suara.

Mr Armstrong terkesan teman-temannya. Milt Thompson, salah satu pilot uji, mengatakan dia "secara teknis paling mampu X-15 pilot awal." Rekan, Bill Dana, katanya "memiliki pikiran yang diserap hal-hal seperti spons dan memori yang ingat mereka seperti foto "dibuat. Ia tujuh X-15 penerbangan pada 4.000 mil per jam, mencapai tepi ruang, dan dikemudikan lebih banyak pesawat yang paling inovatif dan berbahaya yang pernah dikembangkan.

Pada tahun 1958, Mr Armstrong terpilih sebagai konsultan untuk proyek pesawat ruang angkasa militer, X-20 Dyna-Soar, dan kemudian dinamai salah satu pilot. Namun uji coba muda tertarik dengan kesempatan lain. NASA sedang menerima aplikasi untuk kelompok kedua astronot, setelah Mercury Tujuh. Reputasinya setelah tujuh tahun di NASA penerbangan pusat di Edwards telah mendahuluinya, dan jadi dia disadap untuk korps astronot.

"Saya pikir atraksi menjadi astronot sebenarnya, tidak begitu banyak Bulan, tetapi terbang dalam medium yang sama sekali baru," kata Mr Armstrong penulis biografinya.

Pada Houston, astronot baru mulai pelatihan untuk penerbangan dalam pesawat ruang angkasa Gemini dua orang, penerus kapsul Mercury yang lebih kecil dan cikal bakal tiga orang Apolos. Mr Armstrong menjadi astronot sipil pertama Amerika untuk terbang di angkasa, sebagai komandan Gemini 8. Dia dan rekan-pilot, David R. Scott, yang diluncurkan pada tanggal 16 Maret 1966. Mereka melakukan docking sukses pertama dari dua kendaraan di ruang angkasa, mereka Gemini menghubungkan dengan Agena tak berawak di tes penting untuk operasi nanti penerbangan lunar.

Setelah merapat, namun, pesawat ruang angkasa bergabung mulai bergulir. Upaya untuk kendaraan stabil itu sia. Pada instruksi dari Mission Control, Mr Armstrong dipisahkan Gemini dari Agena, namun bergulir hanya meningkat, ke titik bahwa astronot berada dalam bahaya pingsan. Masalahnya adalah jelas di Gemini sendiri. Para astronot berubah pendorong kontrol off, beralih ke sistem kontrol masuk kembali. Stabilitas dipulihkan, tetapi setelah propulsi masuk kembali diaktifkan, kru diberitahu untuk mempersiapkan diri untuk pulang ke rumah sebelum akhir hari hanya mereka di orbit.

Selanjutnya, Mr Armstrong adalah komandan cadangan untuk Apollo 8, penerbangan pertama untuk mengelilingi Bulan, melakukannya pada Natal tahun 1968. Ini adalah misi yang menempatkan Apollo kembali ke jalur setelah kebakaran kokpit selama latihan pad peluncuran telah menewaskan tiga astronot pada bulan Januari 1967. Dan itu menempatkan Mr Armstrong dalam posisi untuk perintah Apollo 11.

Jika semuanya berjalan baik dengan uji modul lunar di Apollo 9 dan dengan penerbangan penggeledahan ke orbit bulan pada Apollo 10, maka Mr Armstrong berada di jalur untuk mendarat di Bulan dengan Buzz Aldrin dan Michael Collins dengan sebagai pilot modul komando. Sebagai komandan, NASA pejabat memutuskan, Mr Armstrong akan menjadi orang pertama yang berjalan di Bulan.

Sekitar enam setengah jam setelah mendarat, Mr Armstrong membuka menetas dari modul berkaki empat bulan dan perlahan-lahan berjalan menuruni tangga ke permukaan bulan. Sebuah kamera televisi mengikuti langkahnya setiap untuk seluruh dunia untuk melihat. Sebuah kawah di dekat lokasi pendaratan yang dinamai untuk menghormati Mr Armstrong.

Mr Armstrong dan Aldrin Kolonel meninggalkan sebuah plakat di Bulan yang berbunyi: "Di sini manusia dari planet Bumi kaki set pertama setelah bulan. Juli 1969 Masehi Kami datang dalam damai bagi seluruh umat manusia. "

Setelah meninggalkan program luar angkasa, Mr Armstrong berhati-hati untuk melakukan apa-apa untuk menodai citra atau prestasi. Meskipun ia melakukan perjalanan dan memberikan pidato - seperti yang dia lakukan pada bulan Oktober 2007, ketika ia mendedikasikan Neil Armstrong baru Hall of Engineering di Purdue - ia jarang memberikan wawancara dan menghindari sorotan.

Dalam biografi "Manusia Pertama," Dr Hansen mencatat, "Setiap orang memberikan Neil kredit terbesar untuk tidak mencoba untuk mengambil keuntungan dari ketenaran, tidak seperti astronot lainnya telah dilakukan." Untuk yang Janet Armstrong menjawab: "Ya, tapi lihat apa yang itu dilakukan kepadanya dalam. . Ia merasa bersalah bahwa dia mendapat semua pujian untuk upaya puluhan ribu orang "Lalu ia menambahkan:" Dia tentu memimpin kehidupan yang menarik. Tapi dia mengambil terlalu serius ke hati. "

Untuk sementara waktu, ia adalah seorang associate administrator NASA untuk aeronautika, tapi dia lelah dari pekerjaan meja Washington. Mengabaikan banyak tingkat tinggi penawaran dalam bisnis dan akademisi, ia kembali ke Ohio sebagai profesor teknik penerbangan di Universitas Cincinnati dan membeli sebuah peternakan dekat Lebanon, Ohio. Dia juga menjabat sebagai direktur beberapa perusahaan.

"Dia tetap seorang advokat penerbangan dan eksplorasi sepanjang hidupnya dan tidak pernah kehilangan masa kanak-kanaknya heran dari kegiatan ini," kata keluarganya dalam pernyataannya.

Mr Armstrong kembali memasuki sorotan publik beberapa tahun yang lalu untuk menyuarakan ketidaksetujuan tajam dengan Presiden Obama untuk program membatalkan NASA untuk mengirim astronot kembali ke Bulan. Kemudian, ia bersaksi kepada komite Senat, menyatakan skeptisisme bahwa pendekatan mengandalkan perusahaan-perusahaan komersial akan berhasil.

September lalu, Mr Armstrong bersaksi kepada komite House bahwa NASA "harus menemukan cara untuk mengembalikan harapan dan kepercayaan diri untuk tenaga kerja bingung dan sedih."

Hampir segera setelah berita kematiannya diumumkan, ada pencurahan keinginan baik dan kenangan indah di situs web dan media sosial, refleksi dari pengakuan publik yang luar biasa yang datang dengan seorang pria yang sangat pribadi.

"Sebanyak Neil dihargai privasinya, ia selalu menghargai ekspresi kemauan baik dari orang-orang di seluruh dunia dan dari semua lapisan masyarakat," kata keluarganya. "Sementara kita meratapi hilangnya orang yang sangat baik, kami juga merayakan hidup yang luar biasa dan berharap bahwa ia berfungsi sebagai contoh kepada orang-orang muda di seluruh dunia untuk bekerja keras untuk membuat impian mereka menjadi kenyataan, harus bersedia untuk mengeksplorasi dan mendorong batas, dan tanpa pamrih melayani tujuan yang lebih besar dari diri mereka sendiri. "

Hurricane Isaac 2012: Offshore Oil Platforms Evacuated Ahead Of Storm

Hurricane Isaac 2012: Offshore Oil Platforms Evacuated Ahead Of Storm (Badai Isaac 2012: Platform Offshore Oil Dievakuasi Menjelang Badai) NEW ORLEANS (AP) — The federal government says oil and gas operators are evacuating offshore platforms and rigs that could wind up in Tropical Storm Isaac's path through the Gulf of Mexico. Isaac is expected to become a Category 2 hurricane before making landfall late Tuesday or early Wednesday. The bureau of Safety and Environmental Enforcement says 39 production platforms and eight drilling rigs have been evacuated as of Sunday. That's about 6.5 percent of the 596 manned platforms and 10.5 percent of the 76 rigs operating in the Gulf of Mexico. Evacuation procedures include closing safety valves under the ocean floor to avoid pollution in case a rig or platform is damaged. The bureau says operators estimate that about 24 percent of the current daily oil production and 8 percent of natural gas production has been cut off.





NEW ORLEANS (AP) - Pemerintah federal mengatakan minyak dan gas operator mengevakuasi platform lepas pantai dan rig yang bisa berakhir di jalur Badai Tropis Isaac melalui Teluk Meksiko.

Isaac diharapkan menjadi Kategori 2 badai sebelum melakukan pendaratan Selasa malam atau Rabu pagi.

Biro Keselamatan dan Lingkungan Penegakan mengatakan platform produksi 39 dan delapan rig pengeboran telah dievakuasi pada hari Minggu. Itu sekitar 6,5 persen dari 596 platform berawak dan 10,5 persen dari 76 rig yang beroperasi di Teluk Meksiko.

Prosedur evakuasi termasuk menutup katup pengaman di bawah dasar laut untuk menghindari polusi dalam kasus rig atau platform rusak.

Biro mengatakan operator memperkirakan bahwa sekitar 24 persen dari produksi minyak harian saat dan 8 persen produksi gas alam telah terputus.

10 May 2012

obama agrees with gay marriage

WASHINGTON -- As he weighed a shift in his public position on gay marriage, perhaps no one had as much influence on President Obama as his wife, Michelle. "This is something that, you know, we've talked about over the years and she, you know, she feels the same way, she feels the same way that I do," Obama told ABC's Robin Roberts Wednesday. Even as Obama's position was in a state of evolution, White House advisers say the first lady went out of her way to invite gay, lesbian, transgendered and bisexual couples to the events she sponsored for military families.

 Around the West Wing, there are several gay staffers, and at least one in a committed relationship and raising children. And the Obama daughters have friends with same-sex parents, whom the first family has gotten to know. "There have been times where Michelle and I have been sitting around the dinner table and we're talking about their friends and their parents and Malia and Sasha, it wouldn't dawn on them that somehow their friends’ parents would be treated differently. It doesn't make sense to them and frankly, that's the kind of thing that prompts a change in perspective," Obama said. One day a few weeks ago, the president told his top advisors that he had reached a personal decision.

He wanted to weigh in on the gay marriage discussion. "He was ready," said one senior administration official who requested anonymity to discuss the private talk. The account offered by White House aides Wednesday gives the impression of a carefully planned rollout of the president's new view.

Before then, the subject was one officials were reluctant to discuss. After Vice President Joe Biden said Sunday that he was "absolutely comfortable" with gay couples being married, the White House was at pains to say the comments were entirely consistent with Obama's position, and swatted away questions about new policy that might be forthcoming.

 Now, following the president's own comments, aides say he wanted to affirm the idea of same-sex marriage before the Democratic National Convention. It would be a subject of discussion in platform talks and in private conversation, the president told his team, and he wanted to be in front of it. He also felt it was right to tell the country that he had arrived at a new place before the election, said a second senior official. Advisers tried to game out how that would play in terms of the election.

Maybe swing state voters wouldn't like it, it would suppress enthusiasm among black volunteers or it would turn off evangelical Hispanics otherwise leaning toward Obama. On the other hand, maybe voters would give him credit for taking a stand. Perhaps young volunteers and donors would be inspired and energized by the move. There was no way to predict the "crosscurrents," said the second official.

 The White House team was planning to take more time to lay their plan, but then the vice president went on "Meet the Press" last Sunday. He wasn't expected to articulate his own view if asked about this but rather to talk about the president's record and evolving viewpoint.

 Because the vice president knew Obama was ready, a senior adviser said, he "leaned in more than he normally would have" when he was asked about the issue. A day later, Education Secretary Arne Duncan surprised the staff by weighing in with his position in support of same-sex marriage.

 The two events combined served to move up the timing, and the West Wing reached out to ABC to give the president a chance to say it himself. "He always planned to do it sooner rather than later," the official said. "This just moved up the timing."

Tom Gabel

Well, this seems to be a first for punk rock: Tom Gabel, lead singer of Against Me!, announced in a new Rolling Stone interview that he is transgender and will begin living as a woman, via hormone and cosmetic treatments. Future name: Laura Jane Grace.

Gabel plans to stay married to wife Heather — and apparently to keep on rocking: The Florida band has a new album on the way and a national tour headed to the Fillmore in Silver Spring next month.

 “I’m going to have embarrassing moments,” Gabel told the magazine. “But . . . [I’m] hoping people will understand, and hoping they’ll be fairly kind.” We’ll see. There were messages of support on the band’s Facebook page, but some ugly outbursts on other music forums.



The news surprised fans of the band, whose liberal-activist politics are wrapped in a macho aesthetic — growly voices, loud guitars, tattooed lumberjack arms. (Of course, their song “The Ocean” is getting a new listen: And if I could have chosen,

I would have been born a woman / My mother once told me she would have named me Laura / I’d grow up to be strong and beautiful like her.) Truth is, it’s not just new territory for punk rock. Chaz Bono. (Jason Merritt/Getty Images ) The list of VIPs who have undergone gender reassignment in a very public way (excluding those like tennis player Renée Richards, who became famous only after surgery) may begin and end with Sonny and Cher’s kid, Chaz Bono, who announced his transition from female to male in 2009; it later became a theme for his reality show.

(His rep declined “to comment on others’ journeys.”) But Larry Wachowski, half of the publicity-shy sibling team that directed “The Matrix” movies, never discussed her change-of-gender until press materials last year for a new movie casually referred to her as “Lana Wachowski.” A camera-shy Lana Wachowski — then known as Larry — in 2003. (Kevin Winter/Getty Images) Megan Wallent, a Seattle-based Microsoft executive, decided to chronicle her 2007 transition from Michael to Megan on a blog. With the prominence of her job, “we took the approach the more people know, the easier it’s going to be.”


Advice for Gabel? “The biggest pitfall,” Wallent said, “is making your life be about your transition rather than making your transition about your life.” Which could be tricky for Gabel, who went from being a moderately prominent rocker to That Transgendered Rock Star overnight. No worries, said Wallent, the novelty will wane. “If you’re awesome at what you do, if you’re a great person, that’s what’s going to persist.”

8 May 2012

Where The Wild Things Are author dies

NBC’s Andrea Mitchell reflects on the passing of Maurice Sendak, at age 83.

 >> so much. forever changed the way we think of children's literature has died at the age of 83 after complications from suffering a stroke. there were very few happy endings in his stories. his children were permitted to behave badly, even be obnoxious, they explored the dark side of their emotional life. his illustrations were wildly evocative, often frightening. in his world, in his most famous book, where the wild things are, later made into a movie. a boy who is sent to bed without dinner for misbehaving goes on a wild imaginative journey through a land of monsters. it was published in 1963 . it became one of the ten best selling children's books of all time. he said he never intended to write children's books at all.

 >> i don't write for children.

 >> you don't?

 >> no. i write and somebody says that's for children. i didn't set out to make children happy or make life better for them or easier for them.

 >> whether he intended it or not, the book has, of course, inspired the imaginations of a generation of children and later their children. it is read and beloved by millions including the president who called it one of his favorite books.

 >> it's the wild rumpus! now stop, max said, and sent the wild things off to bed without their supper. and max the king of all the wild things was lonely. and he wanted to be where someone loved him best of all. entire lives. one a day men's 50+ is









sumber: click

Rebecca Black

Rebecca Black

Famous as : Singer 
Birth Date : June 21, 1997 
Birth Place : Anaheim Hills, California, USA 
Claim to fame : Single "Friday" (2011)



Rebecca Black Claim to Fame

Famous as
Singer

Popular for
Single "Friday" (2011)

 Rebecca Black Personal Fact

Birth Date June 21, 1997

 Birth Place Anaheim Hills, California, USA

 Height 5' 5"

 Nationality American Rebecca Black Family Father John Jeffery Black Mother Georgina Marquez Kelly

Vikings stadium




ST. PAUL, Minn. (AP) — After years of setbacks, the Minnesota Vikings can finally point to a major victory in the franchise quest for a new stadium. Tuesday could make it two in a row.

 The Minnesota House voted 73-58 on Monday for a stadium financing proposal. In the process, lawmakers substantially raised the required private contribution toward the $975 million facility, a change Vikings' owners find troubling. The state Senate planned to act on a competing version Tuesday. Passage there would send the bill into final negotiations and put the team closer than ever to a replacement for the aging Metrodome. The Vikings have been after a new stadium since the mid-1990s. "

It was the first hurdle, a couple more to go," Vikings vice president Lester Bagley said after Monday night's vote, which would be the first of four needed before a plan can reach a supportive Gov. Mark Dayton. Bagley said the team's owners aren't prepared to shell out $105 million more — beyond a prior $427 million private commitment — toward construction of the stadium in downtown Minneapolis.

But lawmakers will have the final say on how big a taxpayer subsidy is provided. The bill passed with support of more Democrats than Republicans despite the GOP controlling that chamber. It reflects a hard push by organized labor, which promoted the Vikings stadium as a much-needed boost for the construction sector. Dayton hailed the vote by thanking fans who have flooded lawmakers' phone lines, email inboxes and the Capitol itself to push for passage. Several stood outside the House chamber singing the team fight song after the vote. "The voices of the people of Minnesota were heard tonight,"

Dayton said. He urged fans to keep up the pressure in the days ahead. Toward the end of a nearly nine hour House debate, members rose one after another to defend their intention to back or oppose the bill. Rep. Larry Hosch, DFL-St. Joseph, made it personal. He told of being born on a Vikings Sunday, with his dad having to break away from an overtime game to ferry his mom to the hospital.

Hosch said he can't fathom not having Sunday games to share with his own kids. "It might not make sense in dollars and cents," Hosch said, adding, "I can't imagine a state without the Vikings." Others urged their colleagues not to let nostalgia cloud their decisions on a massive public subsidy. "Let's not build a monument to misplaced priorities," said Rep. Doug Wardlow, a freshman Republican. Many who were against it raised concerns that the gambling money needed to repay bonds wouldn't materialize, putting the stadium debt in direct competition with schools, nursing homes and other valued programs. The plan negotiated last winter by the governor, key lawmakers, the Minneapolis mayor and the team would have the Vikings cover about $427 million of the construction costs.

The state would pay $398 million, with the money coming from an expansion of gambling. The city of Minneapolis would kick in $150 million by redirecting an existing hospitality tax. The amendment raising the team's share won strong bipartisan approval, but even some supporters acknowledged that it could be softened later on. Another added amendment would give the state a bigger portion of any proceeds from a team sale once the stadium is built, a guard against an owner who could cash in on an asset expected to increase the franchise value. A plan to pay the state's share through a gambling expansion survived an attempt to remove it when House members turned back a push to replace that money with fees on tickets, concessions and other fan purchases. The Vikings are no longer under a Metrodome lease, leaving some to worry they would bolt without a new stadium after next season. "


This is your chance to prove you don't want the Vikings to leave," Rep. John Kriesel, R-Cottage Grove, said just before the vote. The House vote was the first test for a proposal that must also clear the Senate and likely would face House-Senate negotiations before another round of votes. If the Twins ballpark votes are any guide, the ground beneath stadium bills can be squishy.

In 2006, the ultimately successful Twins bill lost votes in between the first time the House took it up and the last; it passed the Senate by the barest majority on both votes. Several lawmakers in both chambers switched their votes — some in favor, some against — after final negotiations produced a different product, a cautionary note that Vikings supporters must consider when they merge competing plans later on.


sumber: click